Beranda » Bibit » Cara Investasi di Bibit Reksadana untuk Pemula

Cara Investasi di Bibit Reksadana untuk Pemula

Belakangan ini, dunia investasi di Indonesia mulai ramai diminati banyak orang. Salah satu model investasinya adalah reksadana dan salah satu layanan yang menyediakan reksadana agar kita bisa membelinya dengan mudah adalah Bibit.

Reksadana sendiri adalah sebuah wadah yang mengumpulkan dana para investor, kemudian dana tersebut akan digunakan untuk membeli instrumen-instrumen di pasar modal. Semua pengelolaan akan diatur oleh manajer investasi sehingga kita hanya perlu menanamkan modal saja, sangat mudah.

Kenapa kita harus berinvestasi? Banyak sekali alasan kenapa kita berinvestasi. Salah satu alasan yang menurut saya cukup masuk akal adalah untuk melawan inflasi.

Inflasi sendiri adalah kenaikan harga barang atau jasa secara umum dan terus menerus. Dengan kata lain, nilai asli uang kita akan selalu menurun setiap tahun.

Jika kita hanya menyimpan uang di bawah kasur, katakanlah 100 juta. Mungkin tahun depan uang tersebut akan tetap 100 juta, tetapi nilai aslinya berkurang, karena harga barang di tahun depan sudah pasti lebih mahal dibandingkan tahun ini.

Nah, dengan investasi reksadana, minimal kita bisa menjaga nilai uang kita agar bisa ikut tumbuh seiring dengan naiknya harga barang secara umum. Bahkan tidak hanya menjaga nilai uang, kita juga bisa meraih keuntungan berkali-kali lipat berkat adanya “compounding interest” di Bibit.

Compounding interest di bibit secara gampangnya adalah efek berbunga-bunga ketika kita berinvestasi. Keuntungan kita di tahun sebelumnya akan masuk kedalam hitungan keuntungan di tahun berikutnya. Contoh, kita menabung Rp100.000.000 di reksadana dengan return 9% per tahunnya. Tahun pertama uang kita akan menjadi Rp109.000.000, tahun kedua menjadi Rp118.810.000, tahun ke-30 investasi kita menjadi Rp1.326.767.846.

Dengan menabung 100 juta, tanpa perlu melakukan apapun, uang kita bisa menjadi 1.3 milyar di tahun ke-30. Itulah kenapa menabung di bibit sangat cocok untuk mempersiapkan dana pensiun.

Tetapi, menabung dalam jumlah besar sekaligus sangat tidak disarankan untuk reksadana jenis saham. Pilih reksadana pasar uang atau obligasi jika ingin menabung dalam jumlah besar sekaligus.

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam berinvestasi di Bibit:

Download Aplikasi Bibit di HP Anda

Advertisements

Bibit bisa kita akses dengan mudah melalui aplikasi di smartphone. Anda bisa mendownload aplikasi Bibit di Play Store ataupun App Store.

  1. Pastikan hp Anda sudah terhubung dengan jaringan internet.
  2. Buka Play Store untuk pengguna android dan App Store untuk pengguna iOS.
  3. Ketikkan “bibit” pada kolom pencarian.
  4. Install aplikasi Bibit dari PT. Bibit Tumbuh Bersama.

Buat Akun Baru di Bibit

Advertisements

Setelah proses download selesai, buka aplikasi Bibit untuk memulai proses pendaftaran akun baru.

  1. Buka aplikasi Bibit.
  2. Klik tombol “Register”.
  3. Masukkan informasi tanggal lahir, kemudian klik “Next”.
  4. Kemudian jawab beberapa pertanyaan mulai dari status, gaji, total kekayaan, pertanyaan tentang prioritas dalam berinvestasi dan beberapa pertanyaan lainnya.
  5. Setelah pertanyaan selesai dijawab. Robo Advisor akan memberikan profil resiko yang cocok untuk Anda. Profil resiko tersebut bisa diedit kapan saja, jadi tidak perlu khawatir.
  6. Klik “Lanjut Registrasi”, kemudian masukkan nomor HP Anda.
  7. Pada kolom “Kode Referral (Opsional)”, masukkan kode muhammad221 agar bisa mendapatkan cashback Rp25.000 dari Bibit.
  8. Setelah memasukkan nomor hp dan kode referral, Bibit akan mengirimkana kode verifikasi via SMS. Masukkan kode angka di dalam sms ke kolom yang sudah disediakan.
  9. Langkah selanjutnya adalah tahap registrasi akhir. Masukkan alamat email, pendidikan, pendapatan, data rekening bank, foto KTP dan data lainnya yang diminta Bibit.
  10. Setelah semua proses registrasi selesai, Anda perlu menunggu proses pengaktifan akun, biasanya memerlukan beberapa hari.

Pilih Reksadana yang Diinginkan Melalui Aplikasi Bibit

Advertisements

Di Bibit, ada beberapa jenis reksadana yang bisa kita beli. Yang utama adalah reksadana pasar uang, reksadana obligasi dan reksadana saham. Ketiganya akan saya jelaskan secara awam agar kita investor pemula bisa segera mulai berinvestasi.

  1. Reksadana Pasar Uang. Memiliki resiko yang sangat rendah, bahkan jika melihat grafik pertumbuhannya dalam beberapa tahun, grafiknya selalu naik, sangat stabil. Karena kestabilannya, reksadana pasar uang sangat cocok bagi yang ingin menabung jangka pendek.
  2. Reksadana Obligasi. Memiliki resiko sedang. Jika melihat grafik, pertumbuhannya selalu naik, tetapi ada beberapa lonjakan turun yang akan mempengaruhi nilai investasi Anda. Meskpun kurang stabil, tetapi imba hasil reksadana obligasi bisa 2x lipat lebih besar dari pasar uang. Reksadana ini cocok untuk yang ingin menabung dalam jangka 1 tahun ke atas.
  3. Reksadana Saham. Memiliki resiko paling tinggi, tetapi dengan imba hasil berkali-kali lipat dari pasar uang. Grafik pertumbuhannya sangat naik turun, sangat tidak cocok untuk investasi jangka pendek. Reksadana saham direkomendasikan bagi Anda yang mempersiapkan dana pensiun untuk beberapa puluh tahun ke depan.

Untuk melihat daftar reksadana yang tersedia di aplikasi Bibit, berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka aplikasi Bibit.
  2. Klik tombol pencarian di pojok kanan atas.
  3. Pilih jenis reksadana yang diinginkan.
  4. Klik salah satu reksadana untuk melihat informasi lebih detail.

Ketika kita membuka salah satu reksadana dari daftar yang ada, maka kita akan mendapatkan sebuah grafik dan beberapa data lainnya yang berkaitan dengan reksadana yang baru saja kita pilih. Data-data yang sering dijadikan acuan adalah:

  • CAGR: Adalah tingkat pertumbuhan suatu reksadana dalam kurun waktu tertentu. Contoh, jika dalam 1 tahun reksadana tersebut memiliki CAGR 54%, maka bisa kita simpulkan bahwa “jika satu tahun yang lalu kita menabung di reksadana tersebut, tepat pada hari ini kita telah mendapatkan keuntungan sebesar 54%.
  • Total AUM: Adalah besarnya dana yang dikelola suatu reksadana. Data ini bebas ingin diartikan seperti apa. Saya pribadi mengartikannya seperti ini, “semakin besar dana kelolaan, berarti banyak investor yang lebih memilih untuk mempercayakan dana mereka kepada reksadana tersebut dibandingkan dengan reksadana lain”.

Beli Reksadana yang Sudah Dipilih

Advertisements

Sebelum ke panduan membeli, ada satu hal yang wajib kita pegang sebagai investor baru. Yaitu, jangan takut untuk memulai, jangan takut untuk salah. Semua investor pasti berawal dari pemula yang tidak mengerti apa-apa. Dan guru terbaik adalah dengan memulai dan belajar dari kesalahan kita.

Yang paling penting, hindari sifat serakah. Mulai dari angka kecil terlebih dahulu, menabung 10 ribu di pasar uang, sebagai permulaan agar Anda bisa faham bagaimana sistem kerja reksadana Bibit.

Kemudian, investasi reksadana bukan untuk kaya, tetapi untuk membantu kita menabung, agar lebih mudah mencapai tujuan di masa depan. Jika Anda ingin kaya dengan cepat, maka carilah usaha lain terlebih dahulu, karena investasi mungkin kurang cocok bagi Anda.

Membeli Reksadana Satuan mulai dari 10 Ribu Saja

  1. Klik tombol pencarian di pojok kanan atas.
  2. Pilih jenis reksadana (pasar uang, obligasi, saham).
  3. Pilih reksadana yang akan dibeli.
  4. Klik tombol “Beli”.
  5. Ketikkan nominal pembelian, lalu klik tombol “Beli”. Beberapa reksadana memiliki minimal pembelian mulai dari Rp10.000 saja.
  6. Centang “Saya menyetujui pembelian reksa dana…”, kemudian klik “Bayar Sekarang”.
  7. Pilih metode pembayaran, kemudian klik tombol “Bayar”.

Jika pembelian dilakukan di hari kerja sebelum jam 1 siang, maka reksadana akan diproses di hari itu juga. Tetapi, harga reksadana tidak mengikuti harga yang tertera pada grafik, melainkan harga hari ini yang biasanya diupdate tiap jam 10 malam. Sebagai informasi tambahan, harga yang tertera pada jam kerja adalah harga di hari kerja kemarin.

Membeli dengan Saran Robo Advisor

  1. Masuk ke menu “Home”.
  2. Geser layar ke bagian “Rekomendasi Robo Kamu”.
  3. Pilih portofolio (jika lebih dari satu) dengan cara menggeser ke kiri/kanan.
  4. Jika portofolio sudah benar, klik tombol “Investasi Sekarang”. Jika ingin merubah reksadana yang akan dibeli, klik pada bagian pasar uang, obligasi atau saham, kemudian pilih reksadana yang diinginkan.
  5. Masukkan nominal pembelian, minimal 100 ribu jika melakukan pembelian via robo advisor, kemudian klik “Beli”.
  6. Centang “Saya menyetujui…”, kemudian klik “Bayar Sekarang”.
  7. Pilih metode pembayaran yang Anda inginkan. Di contoh ini, saya akan membayar dengan Jenius BTPN. Caranya:
    1. Pilih “Permata”, klik “Bayar”, salin nomor virtual account.
    2. Buka aplikasi jenius, pilih “Transfer & Bayar”, pilih “Kirim uang”.
    3. Pilih “TAMBAH PENERIMA”, pilih bank Permata, lalu paste kode virtual account yang tadi disalin ke kolom “Rekening”, kemudian klik tombol periksa, jika nama sudah benar, klik “LANJUT”.
    4. Masukkan nominal yang sesuai dengan jumlah penagihan di aplikasi Bibit, klik “LANJUT”.
    5. Klik “KIRIM UANG”.
    6. Selesai, pembelian akan langsung terverifikasi secara otomatis oleh Bibit.
  8. Setelah pembayaran berhasil, reksadana akan aktif keesokan harinya.